Dalam Dekapan Ukhuwah

Semua terasa begitu indah -- begitu terasa indah di hati.

Ku rindukan hari itu

Hari yang memberikan kejernihan hati, tawa dan canda serta nasihat menyatu dalam kalbu -- aku rindu.

Secangkir teh

Bersama dalam tudung , bergerak menuju satu tujuan -- membuat hati yang gaduh menjadi riuh oleh pekik semangad yang menggaung di hati.

Smile

Saat bersama mereka hanya satu yang pasti tersedia , yaitu senyum ^_^.

Nikmat Tuhan

Nikmat Tuhan mana Lagi yang kamu dustakan ??.

Minggu, 08 Desember 2013

Penemuan Terbaru yang Menggegerkan Teori Fisika Modern

      Belum lama berselang, tepatnya tanggal 5 Juni yang lalu, suatu berita
besar iptek muncul dari sebuah konperensi fisika “Neutrino 98″ yang
berlangsung di Jepang. Neutrino, salah satu partikel dasar yang jauh lebih
kecil daripada elektron, ternyata memiliki massa, demikian laporan dari
suatu tim internasional yang tergabung dalam eksperimen.

Super-Kamiokande. Tim ahli-ahli fisika yang terdiri dari kurang lebih 120 orang dari
berbagai negara termasuk AS, Jepang, Jerman, dan Polandia tersebut
melakukan penelitian terhadap data-data yang dikumpulkan selama setahun oleh
sebuah laboratorium penelitian neutrino bawah tanah di Jepang.
Jika laporan ini terbukti benar dan dapat dikonfirmasi kembali oleh tim
lainnya maka akan membawa dampak yang sangat luas terhadap beberapa
teori fisika, terutama pembahasan mengenai interaksi partikel dasar, teori
asal mula daripada alam semesta ini serta problema kehilangan massa
(missing mass problem) maupun teori neutrino matahari.
Neutrino, atau neutron kecil, adalah suatu nama yang diberikan oleh
fisikawan dan pemenang hadiah Nobel terkenal dari Jerman: Wolfgang Pauli.
Neutrino adalah partikel yang sangat menarik perhatian para fisikawan
karena kemisteriusannya. Neutrino juga merupakan salah satu bangunan
dasar daripada alam semesta yang bersama-sama dengan elektron, muon, dan
tau, termasuk dalam suatu kelas partikel yang disebut lepton. Lepton
bersama-sama dengan enam jenis partikel quark adalah pembentuk dasar semua
benda di alam semesta ini.
Ditemukan secara eksperimental pada tahun 1956 (dalam bentuk anti
partikel) oleh Fred Reines (pemenang Nobel fisika tahun 1995) dan Clyde
Cowan, neutrino terdiri dari 3 rasa (flavor), yakni: neutrino elektron,
neutrino mu dan neutrino tau. Neutrino tidak memiliki muatan listrik dan
selama ini dianggap tidak memiliki berat, namun neutrino memiliki
antipartikel yang disebut antineutrino. Partikel ini memiliki keunikan karena
sangat enggan untuk berinteraksi. Sebagai akibatnya, neutrino dengan
mudah dapat melewati apapun, termasuk bumi kita ini, dan amat sulit untuk
dideteksi.
Diperkirakan neutrino dalam jumlah banyak terlepas dari hasil reaksi
inti pada matahari kita dan karenanya diharapkan dapat dideteksi pada
laboratorium di bumi. Untuk mengurangi pengaruh distorsi dari sinar
kosmis, detektor neutrino perlu ditaruh di bawah tanah. Dengan mempergunakan
tangki air sebanyak 50 ribu ton dan dilengkapi dengan tabung foto
(photomultiplier tube) sebanyak 13 ribu buah, tim Kamiokande ini menemukan
bahwa neutrino dapat berosilasi atau berganti rasa. Karena bisa
berosilasi maka disimpulkan bahwa neutrino sebenarnya memiliki massa.
Penemuan ini sangat kontroversial karena teori fisika yang selama ini
kerap dipandang sebagai teori dasar interaksi partikel, yakni disebut
teori model standard, meramalkan bahwa neutrino sama sekali tidak
bermassa. Jika penemuan neutrino bermassa terbukti benar maka boleh jadi akan
membuat teori model standard tersebut harus dikoreksi.
Penemuan neutrino bermassa juga mengusik bidang fisika lainnya yakni
kosmologi. Penemuan ini diduga dapat menyelesaikan problem kehilangan
massa pada alam semesta kita ini (missing mass problem). Telah sejak lama
para ahli fisika selalu dihantui dengan pertanyaan: Mengapa terdapat
perbedaan teori dan pengamatan massa alam semesta? Jika berat daripada
bintang-bintang, planet-planet, beserta benda-benda alam lainnya
dijumlahkan semua maka hasilnya ternyata tetap lebih ringan daripada berat
keseluruhan alam semesta.
Para ahli fisika menganggap bahwa terdapat massa yang hilang atau tidak
kelihatan. Selama ini para ahli tersebut berteori bahwa ada partikel
unik yang menyebabkan selisih massa pada alam semesta. Namun teori
semacam ini memiliki kelemahan karena partikel unik yang diteorikan tersebut
belum pernah berhasil ditemukan.
Dari hasil penemuan tim Kamiokande ini dapat disimpulkan bahwa ternyata
partikel unik tersebut tidak lain daripada neutrino yang bermassa.
Menurut teori dentuman besar (Big Bang) alam semesta kita ini bermula
dari suatu titik panas luar biasa yang meledak dan terus berekspansi
hingga saat ini. Fisikawan Arno Penzias dan Robert Wilson (keduanya
kemudian memenangkan hadiah Nobel fisika tahun 1978) pada tahun 1965
menemukan sisa-sisa gelombang mikro peninggalan dentuman besar yang sekarang
telah mendingin hingga suhu sekitar 3 Kelvin. Namun salah satu hal yang
masih diperdebatkan adalah masalah ekspansi alam semesta itu sendiri.
Apakah hal ini akan terus menerus terjadi tanpa akhir? Penemuan neutrino
bermassa diharapkan akan bisa menjawab pertanyaan yang sulit ini.
Bayangkan suatu neutrino yang sama sekali tidak bermassa, seperti yang
diperkirakan selama ini. Gaya gravitasi tentu tidak akan berpengaruh
sama sekali pada partikel yang tidak memiliki berat. Namun apa yang
terjadi jika neutrino ternyata memiliki berat? Dalam jumlah yang amat sangat
banyak neutrino-neutrino ini tentu akan bisa mempengaruhi ekspansi alam
semesta. Tampaknya ada kemungkinan ekspansi alam semesta suatu saat
akan terhenti dan terjadi kontraksi atau penciutan kembali jika ternyata
neutrino memiliki massa.
Terakhir masih ada satu lagi problem fisika yang akan diusik oleh hasil
penemuan ini yaitu problem neutrino matahari, dimana terjadi selisih
jumlah perhitungan dan pengamatan neutrino yang dihasilkan oleh matahari
kita.
Untuk keabsahan penemuan ini tim internasional dari eksperimen super
Kamiokande dalam laporannya juga mengajak tim-tim saintis lainnya untuk
mengkonfirmasi penemuan mereka. Namun menurut pengalaman di masa lalu,
laporan osilasi neutrino dan neutrino bermassa selalu kontroversi dan
jarang bisa dikonfirmasi kembali.
Untuk sementara ini para ahli harus sabar menunggu karena eksperimen
semacam ini hanya bisa dilakukan oleh segelintir eksperimen saja di
seluruh dunia. Yang pasti jika hasil penemuan ini memang nantinya terbukti
benar maka jelas dampaknya akan sangat terasa pada beberapa teori fisika
modern.
 
http://www.forumsains.com/fisika/penemuan-terbaru-yang-menggegerkan-teori-fisika-modern/

FISIKA saat ini

             Mekanika kuantum di kalangan fisikawan dikenal sebagai salah satu cabang dari fisika modern. Cabang lainnya adalah mekanika relativistik. Gabungan kedua teori tersebut melahirkan teori medan kuantum yang sangat berhasil untuk menerangkan fenomena fisika benda-benda sangat kecil seperti misalnya atom dan bagian-bagiannya yang lebih kecil lagi.
Akhir-akhir ini fisika modern itu dikenal di kalangan umum dengan julukan fisika baru. Ini dipicu oleh buku THE TAO OF PHYSICS (1976) karangan fisikawan Fritjof Capra. Dalam buku ini, Capra menunjukkan kesejajaran antara deskripsi para mistikus Timur tentang realitas dengan deskripsi fisikawan Barat modern tentang realitas kuantum.
Tentu saja hal ini menggemparkan dunia intelektual Barat. Soalnya, menurut kebanyakan ilmuwan, agama, apalagi mistisisme, adalah sesuatu yang subyektif dan, karenanya, sama sekali di luar obyektifitas sains. Karena itu, mencampur adukkan konsep-konsep dari kedua bidang pengetahuan itu adalah suatu yang ganjil kalau tidak dapat dikatakan tabu. Fritjof Capra melanggar tabu itu dan memperoleh keuntungan material dengan larisnya buku tersebut.
Itulah sebabnya menjamurnya buku-buku yang mengkaitkan fisika baru dengan agama-agama ketimuran yang segera menjadi buku-buku baku bagi penganut gerakan keagamaan Zaman Baru yang cenderung menghayati agama secara subyektif dan sinkretis lepas dari kelembagaan agama-agama yang resmi.
Tentunya hal itu menimbulkan reaksi keras di kalangan agamawan formal yang cenderung mengkafirkan penganut gerakan Zaman Baru yang marak di tahun 80-an itu. Tetapi untunglah arus bawah pemikiran budaya tandingan itu kini mulai muncul di permukaan aliran pemikiran Barat kontemporer sehingga kosakata fisika kuantum akhirnya memperkaya khazanah pemikiran teologis Barat.
Salah satu tokoh yang mempopulerkan fisika kuantum sebagai paradigma pembaruan pemikiran kebudayaan yang bersifat holistik adalah Danah Zohar seorang murid perempuan dari David Bohm sang fisikawan kuantum kondang dari Inggris yang terkenal karena pandangannya yang merombak dogma positivisme yang banyak dianut oleh ilmuwan Barat pada umumnya.
Strategi Danah Zohar berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Fritjof Capra. Jika Capara menitik beratkan uraiannya dengan kesejajaran psikologi mistik Timur, yang langka dan asing itu, dengan fisika modern Barat, maka Zohar justru menohok langsung ke pengalaman sehari-hari manusia awam.
Dia tidak menunjukkan sekedar kesejajaran, tapi dia justru mencoba menerangkan fenomena kejiwaan dengan fisika kuantum, walaupun secara kualitatif saja. Itulah yang dilakukannya dengan menulis dan menerbitkan THE QUANTUM SELF (1991). Ujung dari uraiannya yang menawan dalam buku ini adalah bab terakhir yang berjudul The Quantum World-view. Bab ini adalah mahkota bagi bab sebelumya yang berjudul The Quantum Vacuum and The God Within.
Dalam bab ini, Danah Zohar tampaknya mencoba menyerasikan pandangan kuantum dengan pandangan teologis agama-agama resmi dunia Barat. Dengan bab ini dia berharap konotasi negatif bahwa pandangan kuantum hanya cocok bagi kaum antikemapanan seperti gerakan Zaman Baru dapat dihilangkan.
Soalnya, jika alergi para agamawan terhadap serbuan virus pikiran bernama kuantum itu tidak ditanggulangi, maka kesempatan pandangan kuantum untuk memecahkan persoalan-persoalan sosial-budaya modern yang dibawa oleh globalisasi pandangan materialisme mekanistik Barat akan lenyap dari pentas sejarah masa depan.
Padahal, pergeseran paradigmatik fisika biasanya justru mendorong reformasi total diberbagai kehidupan. Contohnya adalah pandangan mekanistik fisika klasik Newton yang merombak struktur sosial dan budaya feodalistik Eropa abad pertengahan dan melahirkan peradaban Barat modern yang kini sedang menghadapi krisis.
Salah satu pergeseran paradigmatik itu adalah pergeseran paradigma teologis yaitu pandangan konseptual manusia tentang Tuhan dan penciptaan. Perubahan pandangan ketuhanan ini mengikuti perubahan pandangan manusia tentang hakekat alam semesta dan hakekat kesadaran manusia yang dibawa oleh revolusi kuantum.
Revolusi kuantum memang dahsyat karena dia telah melahirkan komputer dan internet yang jantungnya adalah mikroprosesor yaitu kumpulan jutaan transistor dalam satu cip. Namun bagi Zohar yang penting bukanlah revolusi teknologis yang dibawanya, tetapi revolusi filosofis yang digaungkannya dibidang-bidang keilmuan lainnya.
Inti dari bab teologis buku Zohar ini adalah kenyataan bahwa menurut pandangan kuantum bahwa vakum atau kehampaan itu bukanlah kosong sama sekali tetapi penuh dengan energi murni walaupun tak ada partikel ataupun medan fisik satupun di dalamnya.
Lautan energi tak berhingga ini justru mengandung riak-riak kecil, atau fluktuasi kemunculan dan lenyapnya partikel , yang oleh satu dan lain hal pada satu saat salah satu riak itu menggelombang dan menggelembung membentuk semesta raya yang kita huni sekarang ini. Awal penggelembungan itu lah yang sekarang kita kenal sebagai fenomena Big Bang atau Dentuman Besar yang mengawali terciptanya jagat raya.
Bagi Zohar, ketiadaan partikel dan medan dalam vakum ini menyebabkan vakum mempunyai karakteristik yang serupa dengan karakteristik kuantum cahaya yaitu sejenis partikel boson. Padahal, pada bab-bab sebelumnya dia mencoba meyakinkan pembaca bahwa kesadaran manusia terletak pada proses kondensasi Bose-Einstein yang terjadi pada sel-sel syaraf otak manusia.
Kondensasi Bose-Einstein adalah peristiwa menyerasinya atau koherensi semua gelombang keberadaan suatu partikel boson. Peristiwa itu terjadi misalnya pada pada gelombang cahaya yang kita kenal sebagai sinar laser.
Kesamaan karakteristik ini menyebabkan Zohar menghipotesakan adanya kesadaran semesta yang dimiliki oleh vakum. Oleh karena itu dia menganggap kesadaran setiap manusia tak lain daripada pancaran kesadaran semesta vakum tersebut. Soalnya, kesadaran manusia bagi Zohar tak lain dari pada kondensasi foton pada sel-sel saraf di otak manusia.
Bagi Zohar, kesadaran manusia adalah suatu sistem kompleks yang terbentuk melalui suatu proses yang sangat panjang yang dikenal sebagai evolusi biologis. Evolusi biologis sendiri merupakan kelanjutan dari proses yang jauh lebih panjang yaitu evolusi kosmologis. Sedangkan evolusi kosmologis bermula pada suatu peristiwa yang dikenal sebagai dentuman besar atau big bang diikuti oleh ekspansi ruang semesta.
Pada akhirnya peristiwa big bang itu sendiri berasal dari fluktuasi vakum yang memunculkan dua jenis partikel elementer yaitu fermion dan boson yang masing-masing dijuluki sebagai batu bata materi dan batu bata kesadaran.
Jika vakum merupakan kesadaran semesta dan kesadaran individual manusia sebagai peristiwa kuantum adalah puncak evolusi sebagai pancaran kesadaran vakum, maka tentunya esensi kehidupan biologis makhluk bukan manusia juga merupakan proses kuantum juga. Memang begitu keyakinan Zohar.
Soalnya, justru penemuan Frohlich tentang adanya kondensasi Bose Einsten dalam sel-sel organisme yang menyebabkan ia percaya bahwa peristiwa yang sama terjadi pada sel-sel saraf di otak manusia. Keyakinannya yang lain lain adalah tentang pentingnya fenomena kuantum dalam proses evolusi.
Seperti kita ketahui, ada dua mekanisme dasar evolusi yaitu variasi atau peragaman acak dan seleksi atau penyaringan alamiah. Esensi dari peragaman itu adalah keacakan dan ini, bagi Zohar, tak beda dengan esensi keadaan sistem mikroskopik menurut mekanika kuantum. Sedangkan esensi penyaringan alamiah adalah pemilihan, oleh lingkungan, satu ragam dari banyak ragam yang mungkin.
Ini tak beda dari proses pemilihan satu keadaan kuantum dari banyak keadaan yang mungkin dalam proses pengukuran sistem kuantum. Kombinasi dari ketakpastian dan kepastian kuantum itulah yang menurut Zohar merupakan esensi dari proses kesadaran manusia.
Kalau fluktuasi vakum, dentuman besar, evolusi jagatraya, evolusi biologis dan proses kesadaran manusia adalah satu kesinambungan dan kesatuan, maka di mana letak Tuhan dalam visi kuantum yang dijajakan Danah Zohar ini? Di sinilah letak revolusi teologis yang ditawarkan Zohar. Irama antara ketidakpastian dan kepastian dalam waktu yang mendasari semua proses disebut terdahulu itu tidak lain dan tidak bukan, menurut Zohar, adalah intisari dari kreativitas Tuhan Yang Maha Pencipta.
Dentuman besar adalah awal dari proses kreasi. Proses evolusi dari yang kosmologis hingga yang psikologis adalah kelanjutan dari proses Kreasi Ilahiah itu sendiri. Dengan sendirinya proses sejarah manusia sebagai bagian dari proses evolusi semesta juga merupakan proses Ilahiah.
Dengan visi kuantum yang teologis ini Tuhan bersifat imanen. Pandangan ini bukanlah pandangan baru. Banyak para mistikus dari berbagai agama meyakininya. Banyak para filosof mencoba memberikan landasan rasional logis bagi keyakinan ini. Bahkan beberapa diantara para penemu fisika modern itu sendiri, seperti misalnya Albert Einstein, meyakininya. Namun, seperti kita ketahui, pandangan ini kebanyakan ditentang oleh para pemuka agama formal terutama dalam tradisi keagamaan Ibrahimiah.
Apa yang diajukan oleh Zohar ialah kenyataan bahwa pandangan imanensi teologis tidak dapat dihindarkan jika kita mau menerima kebenaran ilmiah yang diberikan oleh fisika kuantum. Dan, bagi Zohar, keyakinan ini tak bertentangan dengan pandangan transendensi teologis. Kedua pandangan teologis itu bukan saling bertentangan tetapi saling lengkap-melengkapi, seperti halnya pandangan gelombang dan pandangan partikel sama-sama benarnya untuk sistem-sistem mikroskopis
Dengan visi teologi kuantum yang holistik ini, Zohar menolak hilangnya individualitas dalam realitas mutlak seperti yang sering dikesankan oleh para mistikus dalam pandangan-pandangannya. Begitu pula ia menolak larinya individu dari realitas sosial seperti yang dikesankan oleh para mistikus dalam praktek-prakteknya.
Individu dan masyarakat adalah aspek-aspek yang komplementer seperti halnya partikel dan gelombang dalam realitas kuantum. Individu itu bagaikan fermion dan hubungan sosial itu bagaikan boson.yang menghubungkan satu fermion dengan fermion lainnya.
Oleh karena itu visi keberagamaan Danah Zohar yang didasarkan pada visi teologisnya bersifat dwieka pula. Penghayatan keagamaan bersifat pribadi sekaligus kolektif. Kebersamaan religius inilah yang menurut Zohar merupakan kelanjutan evolusi semesta di masa depan.
Kebersamaan religius ini bersumber ketidaksadaran kolektif yang menurut Carl Gustaf Jung tertanam dalam-dalam di bawah kesadaran pribadi. Sedangkan bagi Zohar, ketidaksadaran kolektif religius itu tak lain dari eksitasi vakum. Jadi evolusi semesta berjalan dari vakum kembali menuju ke vakum.

Sabtu, 15 Juni 2013

UNIC - insan bernama kekasih

Kamis, 06 Juni 2013

Sejarah dan Riwayat Perjuangan Soekarno-Hatta

Dalam sejarah pergerakan nasional dan kontemporer Indonesia, peranan para tokoh sejarah memegang kunci bagi kemerdekaan Indonesia. Sejarah para tokoh dan organisasi serta tujuannya banyak menghiasi perjalanan bangsa Indonesia. Pada masa lalu mereka menjadi penganjur terwujudnya cita-cita kemerdekaan dan kedaulatan rakyat.

Mereka banyak terlibat dalam perbedaan, pertentangan, dan konflik politik yang terus menerus sesuai dengan perkembangan jaman. Setelah Indonesia merdeka, mereka dihadapkan pada persoalan bagaimana mempraktekkan apa yang dicita-citakan dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. Di antara mereka yang menarik untuk dibahas adalah Soekarno-Hatta, karena keduanya berhasil menjadi pimpinan puncak ketika Indonesia merdeka hingga mereka kemudian “berpisah” secara baik-baik karena keyakinan politik yang berbeda.

Akhirnya, dasar pemikiran kedua tokoh ini kemudian banyak menjadi kajian berbagai ilmu. Namun demikian, seruncing apapun konflik tersebut, ternyata tidak memunculkan bentuk-bentuk perilaku politik yang cenderung anarki di antara keduanya. Mereka selalu menunjukkan persatuan dan kekompakan dalam hubungan sosial maupun kekeluargaan. Hal ini ditunjukkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta hingga akhir hayat mereka. Satu hal yang patut kita renungkan adalah bagaimana kita menyikapi tingkah laku sebuah pertentangan yang ada tanpa harus meninggalkan demokrasi dan hukum. Adakah konflik yang terjadi antara Soekarno dan Hatta yang bisa diambil sebagai pelajaran?

Di bagian kali ini kami akan mengangkat dari sisi pemikiran Ekonomi dari kedua tokoh ini untuk membangun bangsa yang baru terlahir ini ?


Riwayat Perjuangan Soekarno-Hatta

Kolonialisme Belanda di Indonesia, telah berurat dan berakar menguasai kehidupan bangsa Indonesia. Dominasi politik, eksploitasi ekonomi, diskriminasi sosial, dan penetrasi budaya, adalah wujud nyata dari kolonialisme. Perjuangan pergerakan Indonesia yang dimulai sejak awal abad XX, semakin lama semakin menunjukkan kegigihannya. Organisasi, taktik, dan strategi berjuang yang lebih modern menjadi ciri pergerakan bangsa Indonesia pada saat itu.

Setelah Perang Dunia I, semakin banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda dan mereka terlibat dalam pergerakan Indonesia, yaitu Indisch Vereeniging tahun 1908 yang kemudian setelah tahun 1925 menggunakan nama Perhimpunan Indonesia (PI) serta menerbitkan majalah “Indonesia Merdeka” yang dipelopori oleh Hatta. PI mencoba menyadarkan teman-teman seperjuangan tentang komitmen sebagai bangsa yang bersatu dan merdeka, menghapus gambaran orang Belanda tentang Indonesia, dan mengembangkan ideologi yang bebas dari pembatasanpembatasan khususnya komunisme. (Ingleson, 1988) Itulah ideologi nasionalis PI yang didalamnya mempunyai unsur kesatuan nasional yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia; unsur solidaritas untuk mempertajam konflik dengan penjajah; unsur nonkooperasi yang jadi dasar bahwa kemerdekaan harus direbut; dan unsur swadaya yang mendasari kepercayaan atas kekuatan sendiri. Skema perjuangan Hatta dan kawan-kawan dapat digambarkan sebagai berikut:

Pada tahun 1932, Hatta menjadi ketua PNI-baru. Organisasi ini pada tahun 1933 sudah mempunyai 65 cabang, dan kegiatan untuk mewujudkan Indonesia merdeka terus dilakukan. Ketika PPPKI dibentuk, Hatta tidak setuju dan PNI-Baru nya juga tidak jadi anggota “persatuan” itu. Ia bersikap kritis atas “persatuan” itu dan menyebutnya sebagai “persatean”. Atas kegiatan politik Hatta dan kawan-kawan tersebut, menyebabkan pemerintah kolonial menangkapnya tahun 1934. (Pringgodigdo, 1984)

Sementara itu, Soekarno yang lulus ELS tahun 1921, sejak masa mudanya dekat dengan tokoh HOS Cokroaminoto. Soekarno mulai berjuang sejak 1918 dan memulai karier politik yang sesungguhnya pada tahun 1927 dengan mendirikan PNI, dan setahun kemudian berhasil mendirikan PPPKI tahun 1928. Sikapnya yang populis, menyebabkan dia selalu memikirkan rakyat dalam objek perjuangan polilitiknya. Soekarno mempunyai pemikiran yang anti elitisme, anti imperialisme dan anti kolonialisme. Dia enggan dengan soal-soal ekonomi dan lebih suka berpikir sosial demokrat. Tahun 1930, Soekarno ditangkap karena ucapan-ucapannya yang keras terhadap pemerintah kolonial. (Onghokham dalam Abdullah, 1978: 20) Dalam usaha untuk mencapai Indonesia merdeka, Soekarno selalu mengingatkan kepada para pemimpin organisasi pergerakan, hendaknya bangsa Indonesia sudah bersatu lebih dulu dalam suatu organisasi rakyat umum yang tidak dapat dipatahkan, sebelum peperangan Lautan Teduh pecah. Menurut Soekarno, peperangan itu ialah perjuangan untuk merebut dan menguasai Indonesia. Jika bangsa Indonesia tidak mempunyai persatuan maka bangsa Indonesia hanya akan menjadi bola permainan negeri-negeri yang berperang saja. Buah pemikiran Soekarno yang sangat dikenal adalah faham Marhaenisme. Soekarno mengartikan Marhaenisme sebagai suatu ideologi kerakyatan yang mencitacitakan terbentuknya masyarakat yang sejahtera secara merata. Asas Marhaenisme adalah sosio-nasionalisme dan sosiodemokrasi.

Minggu, 02 Juni 2013

Kisah Mengharukan, sedih tentang perjuangan seorang anak

Tips Sahabat Cerita Mengharukan, menyedihkan – Mengisahkan tentang Perjuangan seorang anak yang pernah mendapat penghargaan besar dalam hidupnya.
Kisah ini cukup sedih dan bisa disebut mengharukan karna pesan didalamnya sangat menyentu para pembaca. menceritakan tentang Kasih seorang anak terhadap ayahnya dan tetap setia sampai selamanya.
ZhangdaSeorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.
Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.
Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit. Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.
Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya:
“Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu..?
Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah..?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu..!”
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa.
MC pun berkata lagi kepadanya,
“Sebut saja, mereka bisa membantumu”.
Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
“Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah..!”
Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya..?
Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit..? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.
Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.
Zhang Da boleh dibilang langka, karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.
So, Mari maknai kisah ini untuk menjadi semangat hidup kita….
Jangan Lupa Share ya…

Sabtu, 01 Juni 2013

Kenapa harus ya!

 
Menyepelehkan dan malas !!
Itulah sikab yang sring dialami dan di imami mahasiswa sekarang, padahal dunia sekarang membutuhkannya , membutuhkan geraknya , membutuhkan suara dan sumbangan pikirannya walau sekidit .
  Mengerti dan memahami , itu adalah kunci dalam sebuah gerakan . Denagn memahami esensi dan umpan balik dari gerakan yang kita lakukan , kita akan memiliki super power yang datang dari-Nya .
Sungguh kekuatan-Nya sangat besar dan sungguh besar . Allah yang menciptakan bumi dan manusia yang layknya debu .
  Berikan sedikit andil dari kekuatan dan do'a mu untuk perubahan dunia menuju dunia yang Syar'i , dunia yang penuh cinta dan kedamaian . amiin.... Mari andil untuk menjadi Ustadiatul 'alam .. 



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More